Sebulan Enam Gadis Dibawa Umur Jadi Korban Pencabulan

Sebulan Enam Gadis Dibawa Umur Jadi Korban Pencabulan

Ilustrasi HL Indepth Pelecehan Seksual Regulasi Kampus. tirto.id/Nadya

Zonanasionalnews.com
, Batam (Kepri) -
Dua pekan belakangan ini polsek Batuaji tangani dua kasus pencabulan dengan total enam korban anak gadis di bawa umur. Pelaku adalah orang terdekat yakni tetangga dan juga ayah tiri.

Menanggapi kejadian itu, Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunthe kembali mengingatkan para orangtua untuk lebih ketat lagi mengawasi dan melindungi anak masing-masing.

“Selalu ketat mengawasi aktifitas anak. Jangan mudah percaya sama orang lain termasuk orang terdekat sekalipun,” ujar Dalimunthe.

Selain itu orangtuanya juga harus bisa membatasi waktu bermain anak-anak termasuk penggunaan gedge atau internet lainnya.

“Kemajuan teknologi ini tidak semuanya bagus. Banyak juga hal negatif makanya orangtua harus bisa membatasi dan mengawasi itu,” tambahnya saat dilansir dari Batampos.

Senada disampaikan komisioner KPPAD Kepri Erry Syahrial. Kebebasan berlebihan yang diberikan bukan sebuah bentuk kasih sayang atau perhatian. Itu justru menjerumuskan anak ke hal-hal yang negatif.

“Anak bisa jadi korban atau pelaku kejahatan. Peran aktif orangtua sangat dibutuhkan. Anak jangan dibiarkan keliaran sampai larut malam atau diberi kebebasan berkendaraan sendiri. Itu sangat berbahaya,” ujar Erry.

Imbauan dan peringatan ini sudah sering kali disampaikan namun anak sebagai korban atau pelaku kejahatan tetap berjatuhan. Dua pekan belakangan ini warga Batuaji dihebohkan dengan dua kasus pencabulan yang melibatkan enam anak gadia dibawa umur sebagai korban.

Tiga gadis berusia 6,7 dan 9 tahun di Tanjunguncang dicabuli Efran tetangganya. Selang beberap hari kemudian terkuak kejadian serupa. Tiga kakak beradik di kelurahan Bukit Tempayang dicabuli oleh ayah tiri mereka.

Dua kasus ini jadi fokus perhatian kepolisian Batuaji. Polisi bertekad akan proses sampai tuntas atas perbuatan bejad kedua pelaku itu.

Mereka masing-masing dijerat pasal 82 UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. Efran dan ayah tiri tiga korban lain kini sama-sama mendekam di sel tahanan mapolsek Batuaji. (***)

Comments

Popular posts from this blog

Satbrimob Polda Kepri Amankan 24 Orang TKI Ilegal Dari Malaysia Tujuan Indonesia

Dalam Rangka Operasi Seligi 2019, Dan Sat Brimob Pimpin Patroli Pengecekan Lokasi Tujuan Rekreasi Masyarakat

Kapolda Kepri Sertijabkan 7 Pejabat Utama Polda Kepri Dan 1 Kapolres Serta Melantik Dirreskrimsus Polda Kepri